Dana Covid Rp10 M untuk Program Dinas

33
Irvan ST, Wakil Ketua DPRD Palopo

* Sebagian Besar Sektor Infrastruktur di Kota Palopo

PALOPO — Sebanyak Rp10 miliar anggaran Covid-19 Kota Palopo telah ditarik kembali. Anggaran hasil refocusing itu kembali dialokasikan ke sejumlah Perangkat Daerah (PD) Kota Palopo.

Anggaran Rp10 miliar ini telah dimasukkan dalam APBD Perubahan 2020 yang telah disahkan pada akhir September 2020, lalu.

Wakil Ketua II DPRD Palopo, Irvan ST mengatakan sebanyak Rp10 miliar dari Rp17,9 miliar dana Covid-19 Palopo dikembalikan ke PD untuk membiayai sejumlah kegiatan. Sebab, sebelumnya hampir semua PD ditarik anggarannya 50-60 persen dalam refocusing dalam penanganan Covid-19.

“Jadi Rp10 miliar itu dibagi ke masing-masing PD untuk membiayai program termasuk biaya operasional dan membiayai kebutuhan dasar lainnya,” katanya.

Namun, legislator Demoktrat ini tidak dapat memastikan semua program PD dari anggaran Rp10 miliar ini.

“Salah satu yang diabiayai dari Rp10 miliar ini seperti pengaspalan 22 ruas, dan kegiatan fisik lainnya pada Dinas PUPR seperti pembuatan trotoar di Jl Imam Bonjol, rabat beton, pembenahan Taman Pancasila Tahap II, kebutuhan lainnya yakni SPPD, alat tulis kantor,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kota Palopo, Firmanza DP mengatakan anggaran Covid Palopo saat ini tersisa Rp7,9 miliar lantaran adanya pengurangan Rp10 miliar yang ditarik kembali untuk pelaksanaan sejumlah program di APBD Perubahan 2020 ini.

“Dulukan kita alokasikan Rp17,9 miliar. Tetapi yang Rp10 miliar kita tarik kembali, sisa Rp7,9 miliar. Dari angka ini sudah terserap sekira 50 persen lebih atau Rp4 miliar,” kata Firmanza.

Sehingga, lanjutnya, masih ada Rp3,9 miliar dana Covid yang belum digunakan.

Anggaran ini, lanjut Sekkot, masih digunakan untuk kegiatan tracing kontak pasien Covid, dan program Covid lainnya. Seperti wisata Covid yang akan dibuka nantinya.(rul/idr)