Belajar Online Tetap Berlanjut

9
Siswa SMPN 2 Cilallang mengikuti proses belajar mengajar tatap muka dalam skala terbatas. Saat ini pembelajaran daring masih dilakukan, bahkan Gubernur Sulsel menerbitkan kembali surat edaran perpajangan masa pembelajaran dirumah

*Sempat Dikeluhkan Orangtua Siswa

BELOPA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Luwu memaklumi kuatnya desakan agar diterapkan kembali proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka. Hanya saja pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung masih menjadi alasan utama belum diterapkan PBM tatap muka secara totalitas.

Kepala Dinas Dikbud Luwu Drs amang Usman, MM, Senin (19/10) kemarin mengungkapkan pihaknya membatalkan untuk membahas dan mengevaluasi PBM bagi siswa SD dan SMP sederajat di Luwu yang saat ini banyak dikeluhkan orang tua siswa, karena masih menerapkan pembelajaran virtual atau secara online.

“Kami baru saja menerima surat edaran Gubernur Propinsi Sulsel tertanggal 16 Oktober 2020. Dalam surat edaran dengan nomor 443.2/7126 Disdik itu berisi tentang perpanjangan masa belajar di rumah baik perguruan tinggi, satuan pendidikan SMA/SMK/MA, SMP/MTs sederajat dan SD/MI dan SLB Negeri dan Swasta se-Sulsel, ” ungkap Amang Usman.

Dalam Surat Edaran yang diteken Gubernur Propinsi Sulsel Prof H Nurdin Abdullah yang memuat 6 poin tersebut pada prinsipnya menghendaki masa perpanjangan belajar dirumah dari awalnya tanggal 18 Oktober menjadi tanggal 31 Oktober mendatang.

“Perpanjangan belajar di rumah ini juga berlaku bagi sekolah bersama (boarding school). Surat edaran ini juga menekankan agar dosen, guru dan tenaga kependidikan mengikuti dan melaksanakan dengan seksama surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 tahun 2020, ” kata Amang Usman.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Dikbud Kabupaten Luwu, Andi Padri Padlang Noor, S. Pd, M. Pd yang dikonfirmasi mengatakan, meskipun PBM daring terus dilaksanakan, namun demikian pihaknya melakukan kombinasi dengan memberikan pembelajaran secara tatap muka dalam skala terbatas.

“Untuk siswa SD se-Kabupaten Luwu saat ini tetap belajar secara daring. Hanya saja sekali dalam sepekan mereka masuk sekiolah untuk menerima dan menyerahkan tugas dari guru. Dalam penerapan PBM terbatas itu pihak sekolah mengedepankan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dengan mewajibkan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Bahkan menggunakan pembatas antara meja satu siswa dengan siswa yang lain, ” kata Andi Padri.

Andi Padri mengatakan, khusus untuk wilayah terpencil yang tidak terjangkau jaringan internet, bahkan menerapkan pembelajaran secara tatap muka lebih banyak dari siswa yang berada di perkotaan.

“Untuk siswa yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau internet seperti Kecamatan Walenrang Barat, Bastem, Bastem Utara dan Latimojong mereka belajar tatap muka sampai 3 kali dalam sepekan, ” kata Andi Padri.

Dalam proses pembelajaran daring siswa SD di Luwu yang berjumlah 37.150 orang yang tersebar di 274 sekolah negeri dan swasta mendapatkan bantuan pulsa data sebanyak 35 Giga dari pemerintah pusat yang diterima melalui Dapodik di sekolah. Hanya saja pihak Dinas Dikbud Luwu belum mengidentifikasi jumlah pasti berapa siswa yang menerima bantuan pulsa data itu dan mana siswa yang belum menerima bantuan gratis pulsa data. (and/him)