Penjualan Komputer Naik 20 Persen

967

* Efek Positif Menjelang UNBK

PALOPO— Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada April 2018 bulan depan, penjualan komputer/perangkat Informatika Teknologi (IT) di Kota Palopo mengalami peningkatan. Trendnya mencapai 20 persen.

”Yang singnifikan itu server, peningkatannya mencapai 50 persen,” terang H Arief, Owner Aruna Computer Jl. Andi Kambo, Palopo saat ditemui Palopo Pos, Kamis, 8 Maret 2018 kemarin.

Menurutnya, penjualan server meningkat lantaran tahun ini, semua sekolah sudah diharuskan melaksanakan sendiri UNBK di sekolahnya. Tidak seperti tahun lalu, masih boleh nebeng di sekolah terdekat.

”Bayangkan mi, berapa jumlah SMA dan SMP di Luwu Raya. Semua itu butuh server dan jaringan untuk melaksanakan UNBK,” terangnya.

Hanya memang, sekolah tersebut tidak semua mengambil barang di Aruna Komputer. Ada juga tempat lain seperti Toko Centro, Toko Sumber Musik, Harco, Maharaja Computer, serta toko-toko komputer yang ada di daerah Belopa, Masamba, dan Lutim.

Untuk pengadaan komputer tahun 2018, kata Arief, sudah tidak sebanyak tahun 2017 lalu. Sebab tahun ini, rata-rata sekolah sudah tersedia komputernya. Makanya, trendnya hanya sekira 10 persen. Yang agak tinggi trendnya adalah penjualan laptop yang mencapai 20 persen. Pembelinya didominasi oleh pelajar yang akan mengikuti UNBK pada April 2018 mendatang.

Pada bulan Februari lalu, penjualan laptop di atas 100 unit. Sedang komputer di bawah angka 100. Laptop yang laris seperti merek Aser, Asus, Lenovo, dan HP. Harganya rata-rata di atas Rp3 juta. Yang laku juga adalah jaringan IT merek TP-Link dan Toto Link. Harganya Rp265 ribuaan per unit.

Salah satu problem yang dihadapi pihak sekolah jelang UNBK adalah pengadaan perangkat komputer. Pasalnya, pemerintah mengharuskan sekolah melaksanakan UNBK, sementara pihak sekolah tidak difasilitas perangkat komputer.

Pihak sekolah juga keteteran melakukan pengadaan komputer karena dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) terbatas. Mau minta kepada orang tua melalui komite sekolah, diprotes lagi karena pihak sekolah sudah dilarang memungut uang komite.

”Satu-satu jalan yang bisa dilakukan adalah mendorong siswa untuk beli laptop sendiri. Hitung-hitung, khan bisa dipakai sehari-hari oleh siswa itu sendiri. Dan sudah bisa dipakai UNBK,” tandas Arief. (ikh)