Latpur TNI-AU Libatkan 8 Skadron

4084

*Juga Alutsista

BELOPA — TNI-AU Republik Indonesia akan menggelar Latihan Survival Tempur Koopsau II ‘Whana Tirta Yudha’ di wilayah Kabupaten Luwu yang akan dimulai Senin 13 Maret 2017 hari ini hingga Kamis 16 Maret 2017 mendatang.

Latihan tempur Koopsau II ini melibatkan prajurit TNI AU dari korps penerbang dengan menggunakan sejumlah alutsista.

Mayor Baharuddin dari Koopsau II, kepaa harian ini Minggu kemarin mengungkapkan, sesuai janji Asisten Komando Operasi TNI AU (Koopsau) II kolonel PNB Olot Dwi C yang beberapa waktu lalu menemui Bupati Luwu HA Mudzakkar, terkait ditetapkannya wilayah Kabupaten Luwu menjadi lokasi latihan tempur Koopsau II TNI AU-RI, maka Senin hari ini kegiatan tersebut mulai akan digelar.

“Kegiatan Latihan Survival Tempur Koopsau II ‘Whana Tirta Yudha’ akan memanfaatkan sejumlah titik lokasi di Kabupaten Luwu khususnya di Kecamatan Belopa dan kecamatan Suli. Latihan tempur ini akan melibatkan sekitar 190 personil yang kesemuanya berasal dari prajurit penerbang Koopsau II wilayah Indonesia Timur,” ungkap Mayor Bahruddin.

Informasi yang dihimpun harian Palopo Pos menyebutkan, para prajurit TNI AU dari Korps Penerbang sejak Sabtu lalu sudah ada yang tiba di Kabupaten Luwu dengan tiga gelombang.

Gelombang I terdiri dari tim aju sebanyak 9 orang dipimpin Letda Lek Styper telah dan gelombang II tim pendukung latihan tempur, sebanyak tujuh kendaraan dengan kekuatan 51 personil dipimpin Letkol Pnb Sugeng, telah tiba di Ibukota Belopa melalui jalur darat sejak Sabtu dan Minggu kemarin.

Sementara itu, gelombang III, dijadwalkan akan tiba Senin hari ini melalui jalur udara menggunakan pesawat terbang militer C-295 dan pesawat Casa yang akan terbang dari Bandara Hasanuddin Makassar dan akan mendarat di Bandara Bua Kabupaten Luwu.

Latihan Tempur Survival Koopsau II ‘Whana Tirta Yudha’ yang difokuskan di kecamatan Belopa dan kecamatan Suli ini akan melibatkan personil TNI AU dari sejumlah skadron udara (Skadud) TNI AU, diantaranya Skadron 3, Skadron 14 dan Skadron 15 Lanud Iswahyudi Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Skadron 4, Skadron 21 dan Skadron 32 bermarkas di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang, Jawa Timur, serta Skadron 5 dan Skardon 11 bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, kemudian diperkuat pula dengan tim SARNAS, SAR Unhas Makassar dan SAR UNM.

Latihan tempur Survival yang dilaksanakan hingga tanggal 16 Maret ini dipastikan akan melibatkan pula sejumlah alat utama sistem pertahanan (Alutsista) milik TNI AU, yang terdiri kendaraan perang dan persenjataan perang, seperti pesawat tempur jenis Sukhoi dan F-16, pesawat pengangkut, Helikopter tempur, kendaraan lapis baja dan sejumlah persenjataan yang akan digunakan personil TNI AU yang terlibat dalam latihan tempur tersebut.

“Latihan tempur ini juga melibatkan satuan terjun payung,” kata Baharuddin.
Asisten Komando Operasi TNI AU II Kolonel PNB sewaktu menemui Bupati Luwu, HA Mudzakkar pertengahan Februari lalu mengatakan, latihan Combat Survival merupakan latihan yang sangat penting bagi para perwira umumnya dan para awak pesawat khususnya.

Selain sebagai mekanisme program latihan, juga merupakan metode guna menguji kemampuan fisik dan mental para perwira dalam menghadapi keadaan bahaya atau keadaan darurat. Dengan kondisi dan keadaan yang serba terbatas mereka harus mampu mengatasi situasi tersebut dengan baik.

Latihan Combat Survival ini dilaksanakan sebagai ajang melatih diri dan menambah pengetahuan para awak pesawat dan para perwira tentang cara-cara mempertahankan hidup dari kesulitan-kesulitan, baik di darat maupun di air apabila sewaktu-waktu pesawatnya mengalami masalah pada saat melaksanakan tugas operasi,” tutur perwira Koopsau ini. (and/rhm)