Keluarga Dekat Kades tak Bisa Jadi Perangkat Desa

9557

BELOPA — Anggota DPRD Luwu bersama eksekutif saat ini merampungkan pembahasan peraturan daerah tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, perda IMB dan Perda soal perumahan. DPRD Luwu menggelar sidang terkait hasil pansus ketiga ranperda tersebut, Selasa, 28 Juni kemarin.

“Tujuannya untuk mendengar bagaimana hasil dari pansus yang dibentuk kemarin, untuk membahas perda tersebut. Rencananya besok (hari ini, red) akan ditetapkan perda yang sudah dibahas jika telah selesai, sekaligus buka puasa bersama,” ujar Ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir kepada Palopo Pos kemarin.

Sementara itu, anggota DPRD Luwu Ansar Pandaka salah satu anggota pansus pengangatkan perangkat desa mengatakan, Salah satu pasal dalam perda tersebut mengatur soal larangkan bagi kepala desa untuk mengangkat keluarga dekat menjadi perangkat desa. Lebih jauh ia menjelaskan Mekanisme pengangkatan perangkat desa akan melalui seleksi oleh tim yang dibentuk oleh kepala desa.

“Yang dimaksud perangkat desa yakni, sekdes, kaur, kasi dan kepala dusun. Sementara keluarga dekat yakni, anak, istri dan suami serta orang tua, tidak dibenarkan untuk diangkat sebagai perangkat desa oleh kepala desa,” ujar anggota DPRD Luwu, Ansar Pandaka kepada Palopo Pos kemarin.

Politisi hanura itu juga menjelaskan dalam perda tersebut nantinya akan mengatur batasan umur bagi perangkat desa. Dimana bagi perangkat desa minimal berusia 20 tahun saat pengangkatan, dan maksimal 40 tahun. Namun, tetap ada celah bagi mereka yang tidak berada direntang usia teraebut untuk diangkat sebagai perangkat desa.

“Sementara bagi yang berusia diatas 40 tahun saat ini dan sudah menjadi perangkat desa tetap dibolehkan untuk dianhkat lagi nantinya. Ini berdasarkan konsultasi dengan kementrian dalam negeri yang meminta agar persoalan batasan umur diperjelaa melalui peraturan daerah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.(fan/rhm/d)