|
MEDAN- Kapendam I/BB, Kolonel CAJ Drs Asren Nasution M Ag saat dihubungi wartawan koran ini
mengaku belum mengetahui peristiwa itu. "Sabar ya, saya lagi bersama Pangdam, baru saja
akan merapat ke Pelabuhan Belawan. NantiSekitar 20 menit kemudian Kapendam menghubungi wartawan koran ini. "Maaf saya sedang di kapal selama dua hari mendampingi Pangdam meninjau keamanan pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan Selat Malaka. Kita akan dalami kronologis kejadian, jika ada anggota TNI yang salah akan kita proses secara hukum, pasti akan ada sanksi," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Aksi anarkis disertai pengrusakan terjadi di Mapolres Labuhan Batu, Sumatera Utara, Minggu (7/3) sekitar pukul 21.45 Wib. Aksi yang dilakukan puluhan oknum anggota TNI yang marah lantaran kawan mereka ditangkap polisi karena kasus perjudian.
Para anggota tentara yang terlatih itu tak hanya melempari Mapolres dengan batu, tetapi juga menganiaya Kapolres AKBP Robert Kennedy SIk hingga mengalami luka-luka. Informasi dihimpun, para pelaku penyerangan itu datang dan memasuki markas polisi dari depan, samping dan belakang, saat penjagaan tidak terlalu ketat. Mereka berteriak-teriak sembari menggeber-geber sepedamotor yang mereka tunggangi.
Masih dari lokasi kejadian, usai melakukan penyisiran di Mapolres Labuhan Batu, mereka mendatangi rumah dinas Kapolres Labuhan Batu sekira 50 meter dari Markas Polisi Resort Labuhan Batu. Di sana, mereka kembali bertindak beringas. Pos penjagaan rumah dinas Kapolres Labuhan Batu dilempari batu.
Tindakan itu ternyata mengundang reaksi Kapolres Labuhan Batu AKBP Robert Kennedy. Kapolres yang baru saja dilantik menggantikan AKPB Toga Habinsaran Panjaitan itu, mencoba keluar rumah mencari tahu pelaku pelemparan pos penjagaan rumah dinas yang ia tempati.
Di luar dugaan, puluhan pria itu justru menyerang dan menganiaya Kapolres. Mendapat serangan, Kapolres AKBP Robert Kennedy langsung lari menyelamatkan diri dan kembali ke dalam rumahnya. Sementara dua petugas jaga Polres Labuhan Batu hanya bisa lari bersama Kapolres untuk menghindari amukan para penyerang.
TANGGUNGJAWAB
Sementara itu, Kabid Humas Poldasu Kombes Baharuddin Djafar SIk yang dikonfirmasi, kemarin, mengatakan akan meminta pertanggungjawaban dari komandan anggota TNI yang melakukan penyerangan terhadap Mapolres Labuhan Batu. Namun, tidak dijelaskan bentuk permintaan pertanggungjawaban yang akan diajukan kepada institusi militer tersebut. "Terkait masalah ini, kami meminta pertanggung jawaban dari komandan TNI yang melakukan penyerangan terhadap Kapolres Labuhan Batu. Sedangkan personil TNI yang tertangkap tetap akan diserahkan ke PM untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Baharuddin Djafar kepada POS METRo MEDAN (JPNN Grup).
Menurut Baharuddin, sesuai informasi yang diperolehnya, peristiwa ini dipicu karena pihak Polres Labuhan Batu menangkap salah seorang personil TNI yang menjadi Bandar judi. Lalu pihak kepolisian hendak membawa oknum yang tertangkap tersebut ke Polisi Militer (PM).
Namun saat itu datang beberapa anggota TNI yang mengendarai sepeda motor ke rumah dinas Kapolres Labuhan Batu dan salah seorang melakukan pemukulan terhadap Kapolres. Namun karena Kapolres memiliki para ajudan, maka para ajudan Kapolres Labuhan Batu melakukan pengamanan terhadap Kapolres dan menghalau upaya personil TNI yang menyerang Kapolres.
Baharuddin menambahkan, terkait masalah ini, pihaknya akan meminta pertanggung jawaban dari komandan TNI yang melakukan penyerangan terhadap Kapolres Labuhan Batu. Sedangkan personil TNI yang tertangkap tersebut tetap akan diserahkan ke PM untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Pantauan wartawan hingga pukul 23.00 WIB, situasi di Mapolres Labuhan Batu masih mencekam, tampak personil PM sedang melakukan pengamanan di luar kantor Mapolres Labuhan Batu.
(jpnn)
|