|
JAKARTA--Jelas sudah siapa figur calon kepala daerah (kada) yang diusung Partai Golkar di Luwu
Utara. Arsyad Kasmar yang namanya sudah ditetapkan Tim Pilkada Pusat 4 Pebruari lalu
menyatakan diri segera mendeklarasikan di"Saya sangat bersyukur telah ditetapkan menjadi calon di Partai Golkar. Dan kita akan segera menggelar deklarasi," tutur Arsyad Kasmar ketika dihubungi, Jumat, 5 Pebruari kemarin.
Arsyad juga mengatakan kalau, deklarasi itu baru akan dilaksanakan jika SK dari DPP sudah diserahkan. Dan deklarasi itu juga akan diikuti parpol pengusung lain yakni PDP, Pakar Pangan dan PBR.
Lanjut dikatakannya, dengan sudah dikeluarkannya keputusan itu, maka pihaknya akan lebih memperkokoh tim pemenangan di Luwu Utara. Dan rencananya, hari ini Arsyad Kasmar bakal menghadap ke DPP. "Besok (hari ini, red) saya akan menghadap ke DPP," tuturya.
Terpilihnya Arsyad sendiri disebutkan langsung Plt Sekjen Partai Golkar, Syamsul Bachri. Dia menyebutkan selain nama Arsyad Kasmar juga beberapa nama lainnya yang telah diputuskan untuk diusung, masing-masing di Soppeng Andi Kaswadi, Barru Idris Syukur, Maros Syahrir Wijaya, Pangkep Syafruddin Nur, Gowa Ichsan Yasin Limpo, dan Bulukumba Andi Sukri.
Sedangkan empat daerah lain seperti Selayar, Lutim, Toraja, dan Toraja Utara belum diputuskan siapa yang akan diusung karena survei yang digelar LSI belum rampung. Khusus untuk Pangkep, juga akan digelar survei ulang karena kandidat yang akan diusung Golkar, Syafruddin Nur meninggal dunia.
Pelaksana Tugas Sekjen DPP Partai Golkar Syamsul Bachri mengatakan sebenarnya (alm) Syafruddin Nur merupakan kandidat yang memiliki nilai tertinggi dari kandidat lain di Pangkep.
"Dari survei yang diberikan LSI ada incumbent yang kami usung karena memiliki tingkat elektibilitas yang tinggi. Mereka adalah Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Pangkep Syafruddin Nur, dan Bulukumba Andi Sukri. Hanya saja, karena meninggal, terpaksa Golkar mencari kandidat lain yang mendekati tingkat popularitas yang tinggi," kata Syamsul Bachri yang juga Wakil Sekjen Bidang Organisasi ini.
Untuk kandidat kelima daerah lainnya, Syamsul mengaku masih akan menunggu hasil survei LSI yang belum rampung.
LIBATKAN DPD II
Setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menetapkan calon kepala daerah yang akan diusung, mekanisme berikutnya DPP akan segera membuat resmi Surat Keputusan mengenai penetapan calon yang akan dikirim ke DPD tingkat Provinsi. Plt Sekjen DPP Golkar Syamsul Bachri menjelaskan, SK tersebut ditembuskan ke DPD Kabupaten/Kota.
Surat keputusan yang akan dikirim itu sekaligus memerintahkan agar DPD Provinsi dan DPD Kabupaten/Kota segera berkoordinasi dengan calon yang namanya sudah ditetapkan. Koordinasi ini sekaligus untuk mencari siapa yang akan dipilih sebagai calon wakil bupati/walikota.
Pengurus tingkat daerah ini bersama calon bupati/walikota yang sudah ditetapkan, mengajukan tiga nama calon wakil bupati/walikota kepada DPP. Nantinya, DPP yang akan menetapkan satu nama calon wakil bupati/walikota. "Dalam penentuan itu, DPP juga mempertimbangkan referensi dari pengurus DPD tingkat Kabupaten/Kota," terang Syamsul Bachri kepada JPNN di Jakarta, Jumat (5/2), kemarin.
Disebutkan, mekanisme penentuan calon sudah diatur dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) Nomor 02/DPP/Golkar/XII/2009, tentang perubahan juklak-05/DPP/Golkar/IX/2005 yang mengatur tata cara pemilihan kepala daerah dari Partai Golkar. Calon yang ditetapkan merupakan kandidat yang memiliki tingkat keterpilihan tertinggi berdasarkan hasil survei yang dilakukan DPP Golkar.
(sms/fmc/ikh)
|